I. Struktur Inti
Media MBBR adalah struktur tersuspensi berpori tiga dimensi yang dibentuk dari High-Density Polyethylene (HDPE) atau Modified Polypropylene. Ini adalah pembawa biologis khusus yang dirancang khusus untuk Reaktor Biofilm Moving Bed (MBBR). Fitur struktural inti meliputi:
·Bentuk dan Ukuran: Sebagian besar berbentuk silinder, dengan spesifikasi standar Φ10mm, Φ15mm, dan Φ25mm. Ini memiliki dinding tipis dan keseluruhan desain berongga dan berpori.
·Struktur Internal: Saluran berpori 3D bersilangan dengan penyangga multi-sayap/multi-gigi menciptakan ruang internal dan eksternal yang sangat besar untuk pertumbuhan biofilm. Rasio rongga yang tinggi memungkinkan aliran air dan udara tidak terhalang.
·Desain Gravitasi Spesifik: Dikontrol secara ketat antara 0,92 dan 0,98 (sedikit lebih kecil dari air). Ia tidak memerlukan braket tetap dan secara alami dapat tersuspensi dan mudah terfluidisasi di dalam badan air.
·Karakteristik Permukaan: Hidrofilisitas yang kuat dan kekasaran permukaan mikroskopis dengan luas permukaan spesifik yang besar (biasanya 300–800 m2/m3), menyediakan ruang pembawa yang cukup untuk perlekatan mikroba.
II. Prinsip Kerja
Media beroperasi berdasarkan proses Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Mekanisme intinya adalah "Degradasi Biofilm Fluidisasi Media", yang dibagi menjadi empat langkah:
1. Lampiran Biofilm (Kolonisasi Pembawa)
Setelah media ditambahkan ke tangki biokimia, mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan protozoa dengan cepat menyerap, tumbuh, dan berkembang biak pada permukaan kasar dan berpori, membentuk biofilm padat (simbiosis bertingkat bakteri aerob, anaerobik, dan fakultatif).
2. Pencampuran Terfluidisasi (Kontak Tiga Fasa)
Aliran udara yang dihasilkan oleh sistem aerasi, dikombinasikan dengan sirkulasi air, mendorong media agar terfluidisasi, jatuh, dan bertabrakan di seluruh tangki tanpa zona mati:
Kontak penuh antara gas, air, dan biofilm memastikan transfer oksigen yang efisien.
Turbulensi yang konstan mencegah biofilm menjadi terlalu tebal atau menua, secara otomatis melepaskan lapisan berlebih untuk mempertahankan aktivitas biologis yang tinggi.
3. Degradasi Polutan (Biokimia Inti)
Mikroorganisme aerobik dan anaerobik dalam biofilm menggunakan bahan organik seperti COD, nitrogen amonia, nitrogen total, dan fosfor total dalam air limbah sebagai nutrisi:
Menguraikan polutan organik menjadi karbon dioksida dan air.
Menyelesaikan reaksi seperti nitrifikasi, denitrifikasi, dan pelepasan/penyerapan fosfor untuk memurnikan air limbah.
4. Pemisahan Padat-Cair
Biofilm yang sudah tua dan terlepas mengalir ke tangki sedimentasi, sementara media—karena berat jenis dan desain strukturnya—tetap tertahan di tangki biokimia untuk didaur ulang secara terus-menerus. Produksi lumpur secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan proses lumpur aktif tradisional.
AKU AKU AKU. Keuntungan Inti (Perpanjangan Prinsip)
·Tanpa Braket & Tanpa Penyumbatan: Fluidisasi tersuspensi mencegah penyumbatan dan penskalaan; ideal untuk air limbah dengan konsentrasi tinggi.
· Beban Tinggi & Jejak Kecil: Biomassa besar memastikan efisiensi pemrosesan 1,5–2 kali lebih tinggi dibandingkan media tradisional.
·Umur Panjang & Bebas Perawatan: Tahan asam/alkali dan anti penuaan; dapat bertahan 10–15 tahun tanpa penggantian dalam penggunaan normal.
·Permulaan Cepat & Ketahanan Guncangan: Biofilm yang stabil memberikan ketahanan ekstrim terhadap fluktuasi kualitas dan volume air.